Mastektomi Preventif untuk Mencegah Kanker Payudara Genetik

Mastektomi Preventif untuk Mencegah Resiko untuk terserang kanker payudara semakin besar pada wanita yang tidak

pernah hamil sesudah umur 30 tahun, mendapatkan menstruasi saat sebelum umur 12 tahun, atau menopause sesudah umur 55 tahun.

Mastektomi bisa juga dilaksanakan pada kasus puting payudara tambahan

yang dibarengi ada jaringan kelenjar payudara di bawahnya. Mastektomi Preventif untuk Mencegah

Hal yang Penting diingat Saat sebelum Operasi Mastektomi Protektif
Saat sebelum jalani operasi mastektomi, pasien harus jalani pengecekan klinis komplet lebih dulu. Proses yang dipakai untuk mengetahui kanker payudara ialah pengecekan fisik, mammogram, USG payudara, MRI payudara, test genetik, dan biopsi payudara.
Sesudah pengecekan dilaksanakan dan hasilnya memperlihatkan jika pasien mempunyai resiko tinggi terserang kanker payudara, karena itu dokter kemungkinan merekomendasikan perlakuan mastektomi protektif.
Walaupun pada umumnya cukup aman dilaksanakan dan pasien masih bisa mempunyai wujud payudara yang bagus sesudah jalani mastektomi protektif, tidak bisa dipungkiri jika operasi ini bisa mempengaruhi keadaan psikis pasien, khususnya yang ke-2 payudaranya diangkat. Permasalahan psikis yang bisa dirasakan wanita sesudah mastektomi diantaranya ialah kekhawatiran dan stres.
Selain itu, sama dengan operasi biasanya, proses mastektomi mempunyai beberapa resiko efek, seperti pendarahan, infeksi, ngilu, dan kompleksitas berkaitan efek pembiusan.
Menahan Kanker Payudara Sesudah Mastektomi Protektif
Sesudah mastektomi, pasien perlu tetap jalani pengecekan payudara secara teratur. Banyak hal yang bisa dilaksanakan pasien untuk kurangi resiko terserang kanker payudara di periode kedepan ialah:
Lakukan pengecekan awal
Wanita yang beresiko tinggi terserang kanker payudara dianjurkan teratur memeriksa diri ke dokter seperti agenda yang dianjurkan dokter. Makin awalnya teridentifikasi, makin tinggi kesempatan untuk pulih dari kanker payudara.
Konsumsi beberapa obat
Ada beberapa obat tertentu, seperti tamoxifen dan raloxifene, yang bisa merintangi dampak estrogen hingga perkembangan sel kanker payudara terhalang. Tetapi, beberapa obat itu mempunyai efek, hingga pemakaiannya harus ditanyakan dulu sama dokter.
Jalani gaya hidup sehat
Wanita yang alami kegemukan sesudah menopause lebih beresiko terserang kanker payudara. Karena itu, jaga skema makan dan berolahragalah dengan teratur untuk jaga berat tubuh. Menghindar rutinitas merokok, depresi berlebihan, dan batasi mengonsumsi minuman mengandung alkohol dapat turunkan resiko terserang kanker payudara.
Setiap orang mempunyai keadaan kesehatan dan tingkat resiko yang berbeda untuk terserang kanker. Oleh karena itu, untuk dapat tentukan apa mastektomi protektif perlu dilaksanakan atau mungkin tidak, seharusnya tanyakan sama dokter.