Jenis Cairan Infus dan Kegunaannya

Jenis Cairan Infus dan Ada bermacam cairan infus yang bisa dipakai saat pasien memperoleh perawatan. Cairan infus yang biasa dipakai bisa dipisah jadi dua tipe, yakni:

Cairan kristaloid
Tipe cairan infus yang pertama ialah kristaloid. Cairan kristaloid memiliki kandungan natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, kalium klorida, magnesium klorida, dan glukosa. Jenis Cairan Infus dan
Cairan kristaloid biasanya dipakai untuk kembalikan kesetimbangan elektrolit, kembalikan pH, menghidrasi badan, dan sebagai cairan resusitasi.
Beberapa cairan infus yang masuk di dalam tipe cairan kristaloid diantaranya:
infus ini dipakai untuk gantikan cairan badan yang raib, mengoreksi kesetidakimbangan elektrolit, dan jaga badan supaya masih terhidrasi secara baik.
Ringer laktat
Ringer laktat adalah tipe cairan kristaloid yang memiliki kandungan kalsium, kalium, laktat, natrium, klorida, dan air. Cairan ringer laktat biasanya diberi untuk gantikan cairan badan yang raib saat alami cedera, luka, atau jalani operasi yang mengakibatkan kehilangan darah secara cepat dengan jumlah yang banyak. Disamping itu, cairan ini kerap dipakai sebagai cairan pemeliharan saat sedang jalani perawatan di dalam rumah sakit.
Dextrose
Dextrose adalah cairan infus yang memiliki kandungan gula simpel. Cairan ini kerap dipakai untuk tingkatkan kandungan gula darah, pada seorang yang alami hipoglikemia (gula darah rendah). Disamping itu, cairan infus dextrose dapat dipakai untuk keadaan hyperkalemia (kandungan kalium yang tinggi).
Cairan koloid
Tipe cairan yang ke-2 ialah cairan koloid. Cairan koloid mempunyai molekul yang lebih berat. Cairan ini bisa diberi pada
pasien yang menanggung derita sakit krisis, pasien bedah, dan sebagai cairan resusitasi.
Cairan infus jangan dipakai secara asal
-asalan dan pemakaiannya harus ada di bawah pemantauan dokter. Ini sebab resiko kompleksitas karena pemberian infus bisa terjadi. Disamping itu, penyeleksian tipe cairan infus harus juga disamakan dengan keadaan pasien dan alasan dokter.
Cairan infus (intravenous fluid) disimpan dalam suatu kantong atau botol steril yang akan disalurkan lewat selang ke arah pembuluh darah. Tipe dan jumlah cairan yang dipakai akan tergantung keadaan pasien, tersedianya cairan, dan arah pemberian cairan infus.