Penyebab Muntaber pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya

Penyebab Muntaber pada Beberapa virus yang biasa jadi pemicu muntaber pada anak ialah rotavirus dan norovirus. Bukan hanya virus, beberapa macam bakteri, seperti E. coli dan Salmonella; dan parasit, seperti Giardia dan Entamoeba, bisa juga jadi pemicu anak alami muntaber.

Infeksi ini dapat terjadi saat anak konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi kotoran. Ini sebab biasanya mikroorganisme pembawa penyakit muntaber menebar lewat kotoran. Penyebab Muntaber pada

Kecuali dari makanan, penyakit muntaber bisa juga menyebar dari 1 orang ke seseorang, khususnya pada keadaan kebersihan dan sanitasi lingkungan yang tidak terbangun.
Misalnya, infeksi dapat terjadi saat anak masukkan tangan ke mulutnya, walau sebenarnya dia barusan bersalaman dengan pasien muntaber yang belum membersihkan tangannya sesudah bab (BAB).
Walau lebih jarang ada dibanding infeksi, muntaber pada anak bisa juga disebabkan karena toksin atau efek beberapa obat tertentu
Langkah Tangani Muntaber pada Anak di Rumah
Anak yang terserang muntaber akan alami gejala-gejala, yakni muntah, diare, mual, sakit di perut, pengurangan selera makan, dan demam. Bila disebabkan karena infeksi bakteri atau parasit, beberapa anak bisa alami BAB berdarah.
Muntaber yang disebabkan karena virus biasanya lebih baik dalam 2-3 hari, walau diare dapat terus bertahan sampai 10 hari. Sepanjang sakit muntaber, beberapa gejala yang anak rasakan dapat membuat kekurangan banyak cairan badan. Keadaan ini bisa membuat alami dehidrasi.
Karena itu, Bunda perlu lakukan langkah-langkah pengatasan simpel ini:
1. Memperbanyak waktu istirahat
Anak memerlukan jam tidur seputar 10-12 jam tiap hari. Saat sakit, waktu istirahat yang diperlukan semakin banyak supaya dia cepat sembuh.
Karena itu, coba buat situasi yang nyaman di dalam rumah supaya dia dapat istirahat secara baik, misalkan dengan membacakan narasi atau memutar lagu supaya anak tidur bisa lebih cepat.
Minta ijin sekian hari dari sekolahnya supaya anak dapat istirahat sampai dia pulih. Ini bermanfaat untuk meminimalisir resiko penyebaran pada beberapa temannya di sekolah.
2. Yakinkan anak banyak minum
Cara pengatasan ini penting supaya anak tidak alami dehidrasi. Jika anak muntah atau berasa mual, masih beri dia minum dikit demi sedikit. Bila anak masih diberi ASI, teruskan pemberiannya. Untuk anak yang berumur semakin besar, beri minuman elektrolit setiap dia muntah dan diare.